Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 November 2011
Khatamkan Airmataku
Sampai detik ini
Masih saja tercipta dinding pembatas
Antara diri dan tawa riuh dunia
Bukan karna suatu titah atau sebuah pinta
Sengaja nyata terkemas begitu rupa
Kesakitan dan luka memang pernah singgah
Tiada mampu terhapus begitu saja
Yaa Rahmaan Yaa Rahiim....
Purnakan semua duka
Khatamkan saja airmata ini
Sampai diri sdh tiada lagi mampu berdiri....
Gerimis,....
Nyanyian hujan kembali berdendang
Pada kesunyian yang kian garang
Gerimis gerimis,rerintikmu begitu manis
Menyapa kefasihanku mendulang tangis
Gerimis gerimis, pudarkan isak ritmisku
Ku tak ingin dunia tau dan tersenyum sinis padaku....
Dimana Kristalku ,........
Prasetia diatas lembaran dusta
Biasnya tak lagi nyata
Menelanjangi jiwa tanpa harga diri
Hanya isak kini setia menemani
Tak sadarkah kau,dialah pelukis mimpi
Berenang renang dilautan imaji
Kristal,....Kristal,.....
Dimana kiranamu kini
RahiimNya masih merinduimu
Hadirlah di madyaratri bunda dewi
Bersama pinangan aksamala suci
Bukan Artefak Jelita
Bulir bulir embun ditengah halimun
Bertalu talu menatap atma penuh tegun
Lirih melangsur digenggam jemari
Semua hanya sekedar siluet basi
Pradiptanya basarudita ,......
Pemantik suluh pada gulita
Jangan pinta ku nuksma bak artefak jelita
Pelengkap seribu candi yang pernah kau cipta
Madayaku atas takdir cinta
Adalah dalil nyata untuk tuntaskan dupara sebuah cerita
Selasa, 27 September 2011
Tergelincir dalam nada
Bertalah talah kau dengungkan bhagavat gita
Tanpa sadar nadamu tergelincir diantara aldaka
Adakah punai lupa pada sabda cintanya
Hingga bait rindunya meregat alur karmawedha
Berbutir butir aksara biru begitu masir tanpa desir
Hanyut bersama kelusuh sang musafir
Notes * bertalah talah : tergesa gesa
aldaka : gunung/perbukitan
kelusuh : gelisah tak bisa tidur
Rabu, 21 September 2011
# INI BUKAN HUJATAN,SOBAT#
Tuk mereka yang bersafari,pemilik senyum indah cassanova
Sekarang mereka bertahta dalam gelimang harta dan dosa
Mengabaikan jerit tangis rakyat jelata yang menghiba
Kelak Munkar wal Nakir kan datang pada mereka
Menanyakan semua laku mereka yg pernah ada
Wahai kalian kumpulan orang hebat .............
Malam ini ku tulis sesuatu bukan tuk menghujat
Tapi ku jengah dengan ulahmu yg tak merakyat
Maaf seribu maaf, bila sajakku terdengar sarat
Sebab inilah perwakilan suara hati nurani rakyat
Sekarang mereka bertahta dalam gelimang harta dan dosa
Mengabaikan jerit tangis rakyat jelata yang menghiba
Kelak Munkar wal Nakir kan datang pada mereka
Menanyakan semua laku mereka yg pernah ada
Wahai kalian kumpulan orang hebat .............
Malam ini ku tulis sesuatu bukan tuk menghujat
Tapi ku jengah dengan ulahmu yg tak merakyat
Maaf seribu maaf, bila sajakku terdengar sarat
Sebab inilah perwakilan suara hati nurani rakyat
Hanya sekedar celoteh anak negri,,,,,
Jika kamu berpikir bahwa Indonesia akan terus menerus terpuruk bahkan hancur?
Itu adalah pemikiran yang salah.
Karena akan datang suatu zaman di mana nusantara akan berjaya.
Yaa,, Zaman Kalasuba pasti akan tiba
Sebagaimana friman Allah "tlah ku cipta apa yang tak kekal tuk umatku".
Maka ku yakini pula jika duka negri ini pun tidaklah kekal
Ibu pertiwiku takkan bersusah hati terus selamanya
Smoga Allah mengampuni dosa anak anak negri
Yang telah ingkar janji dan menodai ikrar putih
Itu adalah pemikiran yang salah.
Karena akan datang suatu zaman di mana nusantara akan berjaya.
Yaa,, Zaman Kalasuba pasti akan tiba
Sebagaimana friman Allah "tlah ku cipta apa yang tak kekal tuk umatku".
Maka ku yakini pula jika duka negri ini pun tidaklah kekal
Ibu pertiwiku takkan bersusah hati terus selamanya
Smoga Allah mengampuni dosa anak anak negri
Yang telah ingkar janji dan menodai ikrar putih
Selasa, 20 September 2011
Kisah di suatu senja
Senja memang di ambang petang
Kala kembali ku susuri jalan ini
Masih dengan kenangan dalam pangkuan
Rasa haru melindap perasaan
Belum usai ku kabarkan pada bunda
Tentang warta yang ku bawa dari kota tua
Harus ku kemasi butir butir sang tirta
Yang tertahan sejak beberapa waktu lalu
Lembaran lembaran yang ku kumpulkan
Harus berserakan dan berantakan
Akkhhgg,,,rupanya hembus sang bayu
Masih saja setia mencuri senyum bahagiaku
Bunda,,,maafkan nanda
Jika kisah bahagia untukmu harus ternodai
Oleh derai kristal beningku,.....
Kala kembali ku susuri jalan ini
Masih dengan kenangan dalam pangkuan
Rasa haru melindap perasaan
Belum usai ku kabarkan pada bunda
Tentang warta yang ku bawa dari kota tua
Harus ku kemasi butir butir sang tirta
Yang tertahan sejak beberapa waktu lalu
Lembaran lembaran yang ku kumpulkan
Harus berserakan dan berantakan
Akkhhgg,,,rupanya hembus sang bayu
Masih saja setia mencuri senyum bahagiaku
Bunda,,,maafkan nanda
Jika kisah bahagia untukmu harus ternodai
Oleh derai kristal beningku,.....
Kidungku
Tiada mampu ku taswirkan.
Atas endracapa yang kau lukis dilangit senja.
Tertunduk wajah diantara tengadah hasta.
Berharap butir aksamalaku kan sgra menggala.
Dan ciptakan baahirah digulitanya madyapada.
Salam yaa salaam tukmu semesta alam.
Aksara di Tapal Batas
Senja telah meretas diambang batas
Bergemingku di tapal batas
Atas semua kenangan yang kan terhempas
Luh memang mulai mengalir deras
Namun sudah tiba masanya bagiku tuk mentas
Meski kisah belum sempurna tuntas
Tiada hutang tiada berbayar berharap semua kan impas
Kisahku,kisahmu,kisahnya,kisah mereka dan dia
Abadilah dalam sebuah album kenangan
Yang kan ku bawa turut serta pada satu kehidupan
Andai kita semua sadar,
"Jika tiada suatu yang kebetulan"
Pun tentang cerita yang pernah singgah pada satu
Pertemuan antara para jalma tiada duga dan kira
Pahami hidup ini indah kawan,,
Meski kadang terselap duka diantara suka
Usah gundah gulana,karna semua tiada yang kekal dialam fana
Afwan atas aksara yang pernah menari liar bagai ular
Afwan atas kelakar yang kadang tak bertuar
Afwan atas kabar yang terbawa burung camar
Afwan bila pesoja sang putri tlah sihirmu ditengah ambar
Salam ya saalamm,tuk mu kawan
Semoga kita dipertemukan dalam keadaan fitri
Tanpa suudzon ataupun rasa benci ,.......
Bergemingku di tapal batas
Atas semua kenangan yang kan terhempas
Luh memang mulai mengalir deras
Namun sudah tiba masanya bagiku tuk mentas
Meski kisah belum sempurna tuntas
Tiada hutang tiada berbayar berharap semua kan impas
Kisahku,kisahmu,kisahnya,kisah mereka dan dia
Abadilah dalam sebuah album kenangan
Yang kan ku bawa turut serta pada satu kehidupan
Andai kita semua sadar,
"Jika tiada suatu yang kebetulan"
Pun tentang cerita yang pernah singgah pada satu
Pertemuan antara para jalma tiada duga dan kira
Pahami hidup ini indah kawan,,
Meski kadang terselap duka diantara suka
Usah gundah gulana,karna semua tiada yang kekal dialam fana
Afwan atas aksara yang pernah menari liar bagai ular
Afwan atas kelakar yang kadang tak bertuar
Afwan atas kabar yang terbawa burung camar
Afwan bila pesoja sang putri tlah sihirmu ditengah ambar
Salam ya saalamm,tuk mu kawan
Semoga kita dipertemukan dalam keadaan fitri
Tanpa suudzon ataupun rasa benci ,.......
Rehat
Mandala jingga kian samar biasnya.
Bersandar ku pada dinding sunyi.
Tuk lepas lelah yang membebat raga.
Ah,angkuhnya hembusmu...
Hingga tiada melata lagi diserambiku.
Ku cari jalanMu
Waktu seolah tiada lagi di bumi
Tiada suara ataupun tawa
Hanya desis sang bayu menyapu bumi
Menapak tilas diri, melayangkan imaji
Tuhan,,kemana para penghuni jagad ini
Telah terlelapkah mereka
Atau tengah menganyam lembaran doa
Di atas hampar sajadah tua
Mengapa netraku selalu saja terjaga
Di tengah malam buta seperti yang sudah sudah
Mengapa pula nalar ini tak pernah berhenti
Tuk selalu mencari dan mencari jalan menuju singgasanaMu
Walau kabut selalu menghalangi pandanganku
Mengapa Tuhan ??? Mengapa ???
Menyerahkah ???
Mestinya kau singkirkan tuar tuar kering itu
Bukan malah menghantamku dengan pawaka sang brahma
Akkhh,,,kau !!
Akan menyerah kalah kah pada pranalamu
Lalu bagaimana dengan prasasti yang tlah kau pancangkan di kismaku
Hendak kau jadikan nisankah ia di atas semaku ?? . . . . . . . .
Sajak Mayangku
Semburat lembayung telah larut dalam senja
Padanya ku titipkan hati yang mulai renta
Melalui deret aksara yang bertabur di jagad maya
" Ya,mungkin inilah bangkai kenangan cinta !!!
Perlahan di gerogoti rangkaian gelisah
Apa kabar mayangku ???
Sajak sajakku kini sudah kembali seperti semula
Berbau tanah seperti awal aku bermula
Berbicara dengan senyum pahit tak terbaca
"JALANG" kerap kali kau disapa kala bersua
Sedang pahatan puisi tiada rayu pada sesiapa
Akkhh,,naifmu bak bedebah beraroma sampah
Terlalu banyak basa basi kau hamburkan disana sini
Jujur saja,bila kau ingin senggamai pemahamanku
Usah gagahi metaforaku dengan rasa lapar dan kegilaanmu
Sebab ku mulai muak tiap kau jilat berandaku
Dengan senyum manis jalma berhati iblis
Bersamamu selalu ku rindu
Senandung alam bertabur kalam
Bersama malam erat tanganku kau genggam
Hanya rinai luhku yang mengalun syahdu
Meski tanpa nada mampu getarkan qalbu
BersamaMu selalu ku rindu...
Damailah dalam dekapNya
Sejak ragamu tertimbun pusara
Sejak itu warna kelopakku pun berubah
Smoga kau damai dalam persemayamanmu disana
Maaf belum bisa ku kabulkan permintaanmu kala itu.
Ternyata tak mudah mendapatkan penggantimu....
Hanya butiran butiran doa yang setia menemani sunyiku.
Bahagiaku pernah Ia hadiahkan cintamu dalam hidupku.
Walau akhirnya Ia memanggilmu menghadapNya.
Ikhlasku kau ada dalam dekap kasihNya.
Damailah kasih,
Kelak dikehidupan yang lain kita kan bersua
Koar sang laknat
Kita adalah orang orang yang fasih mencipta sejarah
Mulai dari kisah roman picisan hingga kisah tragis beraroma darah
Tanpa upacara penyucian dosa mulai kau telanjangi aksaraku tanpa iba
Haram Jaddah,,sang laknat mulai berkoar bak seorang pandita
Heningku bukan segan tuk tertusuk ujung penamu
Sungguh ku nikmati kelakarmu yang terserang busung lapar
Sudahlah,,tak ingin ku kotori telaga kesabaranku
Dengan murka sang durga atas celotehmu tanpa rupa
hanya Dia
Ku bukan Khumairah pemilik sumur kesabaran
Ku pun bukan Monalisa pemilik paras rupawan
Namaku pun tak seindah madah,ku hanya seorang hamba
Lengkap dengan semua atribut yang ada dalam diri
Yang jauh dari sempurna atau tak sehebat dirimu disana
Apapun penilaian tentangku,tiada ku risau karenanya
Karena hanya Dia yang maha mengetahui tentang umatNya
Senin, 12 September 2011
Penaku ucap istighfar
Bedhaya pena tanpa tinta gemulai meliuk di tengah gulita
Tanpa nada ataupun irama hanya sekedar ikuti imaji saja
Tanpa sadar goresan terkadang liar mengular
Jeda sesaat tuk hela nafas seraya ucap istighfar
Telaga kembar kini tercipta di hampar mata
Tanpa nama ataupun sapuan arna
Tanpa nada ataupun irama hanya sekedar ikuti imaji saja
Tanpa sadar goresan terkadang liar mengular
Jeda sesaat tuk hela nafas seraya ucap istighfar
Telaga kembar kini tercipta di hampar mata
Tanpa nama ataupun sapuan arna
Langganan:
Postingan (Atom)